Produksi Manggis Di Indonesia

Secara nasional produksi manggis di indonesia memang cukup besar, tetapi masih rendah bila dibandingkan dengan buah-buahan lainnya, seperti pisang, jeruk, dan mangga. Hingga saat ini belum banyak petani yang membudidayakan pohon manggis dengan alasan pohon manggis termasuk tanaman kerasyang mulai berbuah setelah berumur 8-10 tahun, meskipun masih dapat di produksi hingga umur 150 tahun. Selain itu , pohon manggis hanya menghasilkan buah pada musimnya selama 1-3 bulan dalam satu tahun dengan kondisi panen yang bervareasi tergantung curah hujan yang tak menentu. Eksportir atau pedagang buah juga sering menghadapi masakah pemanenan manggis yang tidak dapat diprediksi. Selain itu , sering trjadi penebangan pohon manggis untuk bahan bangunan  karna pohon manggis sangat kuat. Untuk masalah ini pemerintah melalui Direktorat Jendral Hortikultura dan Dinas terkait di seluruh Indonesia  brusaha mengembangkan penanaman manggis di daerah daerah yang cocok untuk pertumbuhan manggis.  Hali ini dilakukan mengingat prospek manggis yang sangat menjanjikan untuk pasar ekspor, sedangkan produksi  di dalam negri relatif masih rendah.  Produktivitas pohon manggis sangat bervariasi , tergantung dari umur, paparan sinar matahari, curah hujan serta kandungan undur hara dan air tanah di sekitar pohon . produktivitas adalah total produksi dibagi  jumlah pohon. produktivitas manggis yang flikutuatif diakibatkan banyaknya pohon muda yang baru ditanam sehingga belum dapat menghasilkan buah. Akhirnya keadaan  ini berdampak pada produktivitas yang rendah.  Jika dibandingkan dengan pisang, jeruk , dan durian, pohon manggis mempunyai produktivitas yang paling rendah ( 7,1-9,42 ton / Ha ). Produktivitas manggis hampir sama dengan produktivitas mangga ( 7,14-11,03 ton Ha. ) Sementara itu, posisi tertinggal ada pada pisang  ( produktivitas 51-55,7 ton/ Ha)  Pohon manggis yang umumnya relatif muda (8-15 tahun) hanya menghasilkan 3-7 kilogram (30-70 buah/pohon ). sementara itu , pohon yang berumur lebih dari 100 tahun dapat menghasilkan  (500-800 buah / pohon).  Di negara lain selain teknik budaya yang sangat dapat menghasilkan 200 kilogram manggis per pohon setiap tahunnya. Kondisi ini merupakan sebuah tantangan bagi Indonesia untuk dapat terus bersaing dalam meningkatkan produksi manggis karna sebagian pohon manggis di Indonesia berupa pohon liar yang tidak di budidayakan sebagai perkebunan.

Luas Panen Dan Produksi Manggis

luas panen manggis pada tahun 2002 sebesar 8.051 Ha, Kemudian meningkat menjadi 9.354 Ha pada tahun 2003. Turun kembali menjadi 8.473 Ha pada tahun 2004. selanjutnya angka terlihat turun naik hingga 9.352 Ha Pada tahun 2008.

Grafik di atas membuktikan bahwa terjadi dua hal saling bertolak belakang yang dilakukan  oleh petani manggis,  yaitu terjadi penebangan pohon dan penanaman pohon manggis.

Penebangan pohon manggis hampir tidak terjadi di daerah dengan harga manggis kualitas ekspor yang tinggi. Sementara itu,  di daerah yang belum tersentuh ekspoti masih sering terjadi penebangan pohon.

Keuntungan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jarak bantangan pulau yang cukup lebar memiliki banyak keuntungan, diantaranya musim panen manggis bergantian dari bulan Agustus panen manggis dimulai. dari Sumatera, Jawa Pada bulan Desember dilanjutkan di daerah Indonesia Bagian Timur . Namun, ada bulan yang benar benar tidak tidak ada manggis, yaitu bulan Mei-Juli. Pada kondisi demikian kadang kadang manggis dari Thailand dan negara lain termasuk ke Indonesia, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil.

Bulan Mei- Juli merupakan bulan yang tak ada panen manggis. di Indonesia, sehingga kadang kadang kita mengimpor dari Thailand, tetapi jumlahnya sangat kecil.

Sentra produksi manggis terbesar di Indonesia berada di Provinsi Jawa Barat . Tercatat konstribusi produksi manggis dari produksi manggis dari provinsi Jawa Barat Berat terhadap produksi nasional sebesar 38%  Puncak produksi yang pernah dicapai Jawa Barat (tahun 2007) lebih dari 60 juta ton. Sebagian besar produksi manggis berasal  dari Kabupaten Tasikmalaya, Purwakarta, Subang, Bogor dan Sukabumi.  Konstribusi produksi manggis dari empat kabupaten tersebut terhadap produksi total di Provinsi Jawa Barat sesbesar 90%.

Melihat begitubesarnya potensi manggis di Jawa Barat, perlu di adakan pengembangan kawasan laboraturium dan kawasan percontohan dengan tujuan meningkatkan volumeekspor manggis, meningkatkan mutudan daya saing manggis, serta meningkatkan pengelolaan agrobisnis manggis di kawasan tersebut. Pengembangan tersebut harus terintegrasi dari budi daya, pemenenan, penanganan segar, hingga pengelolaan.

Artikel Terkait : XAMthone Plus

About ekstrak jus kulit manggis

ekstrak jus kulit manggis adalah obat herbal aman tanpa efeksamping xamthone plus

Posted on January 10, 2012, in pengobatan herbal xamthone plus, Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: